InfoSAWIT, JAKARTA - Sepanjang periode Januari sampai April 2019, volume ekspor untuk produk turunan dengan dengan basis 15 HS Code mencapai sekitar 180 ribu ton. Kondisi ini tercatat ada kenaikan yang positif. Apalagi pada periode 2018 lalu ekspor produk turunan minyak sawit ini merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 2,76 juta ton, lebih tinggi dibanding ekspor pada periode 2017 yang hanya mencapai 1,79 juta ton.
Demikian pula nilai ekspor tercatat naik, misalnya saja pada periode tahun 2017 nilai ekspor produk turunan sawit itu hanya mampu mencapai US$ 1,53 miliar, lantas pada 2018 tercatat meningkat mencapai US$ 2,38 miliar, atau ada peningkatan sekitar 35%. Sementara nilai ekspor sampai April 2019 telah mencapai US$ 264 juta.
Dikatakan Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat, kondisi demikian menunjukan optimisme dengan adanya kenaikan ekspor tersebut, disaat kondisi ekonomi yang mengalami inflasi disekitar 3% dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,2%. “Dengan demikian harapannya volume ekspor dan konsumsi akan terus tumbuh dengan baik,” tutur Rapolo kepada InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)
Telah Terbit di Majalah InfoSAWIT Edisi Juni 2019










