Berita Lintas
sawitbaik

Antisipasi Kebakaran Lahan, Perusahaan Sawit BGA Group Gandeng Pihak Terkait



Antisipasi Kebakaran Lahan, Perusahaan Sawit BGA Group Gandeng Pihak Terkait

InfoSAWIT, JAKARTA - Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimatan Tengah dan Barat, perusahaan perkebunan kelapa sawit Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, lewat Tim Satgas Api BGA Group mengikuti kegiatan apel siaga kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 di berbagai wilayah operasionalnya. Apel ini menjadi forum untuk saling berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait serta penyusunan strategi pemadaman.

Di wilayah 5 (PT BGB) misalnya, Apel siaga dilaksanakan di lapangan Sampuraga Baru, Kecamatan Arut Selatan, kabupaten setempat, Selasa 22 Juli 2019  lalu diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Apel siaga Karhutla ini diikuti oleh sebanyak 900 orang, baik dari BPBD Kobar, Manggala Agni, Tagana, TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, perusahaan besar swasta, serta para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Kobar.

Kegiatan apel siaga Karhutla ini juga sekaligus sebagai imbauan kepada masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar, hal ini sangat penting, mengingat kebakaran hutan dan lahan membawa kerugian besar baik moril maupun materil, terutama peristiwa karhutla pada tahun 2015 yang melebihi krisis kabut asap pada tahun 2017.

Sementara di wilayah 8A, program Pencegahan dan Pengendalian karhutla bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalbar pada 26 Juli 2019 lalu, melaksanakan kegiatan Apel Siaga dan Launching PROGRAM Patroli Terpadu Kecamatan Nanga Tayap pada 30 Agustus 2019 di Halaman Kantor Koramil Nanga Tayap.

Demikian juga tindak lanjut dari apel siaga yang dilaksakanan di seluruh wilayah operasional BGA Group, seperti melaksanakan Patroli Bersama Titik Api, Pengecekan Alat Pemadam, Sosialisasi dan membentuk tim bersama masyarakat setempat yang sudah terwadahkan dalam Desa Bebas Api.

Selain apel siaga, dikatakan Deputi Head of Corporate Sustainability BGA Group, Agam Fatchurrochman, Satgas Api di seluruh BGA Group juga melakukan sosialisasi secara aktif kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang bahaya Karhutla bagi masyarakat dan ekologi daerah sekitar. Kemudian juga melaksanakan Pelatihan Pemadaman Kebakaran secara periodik bersama para karyawan serta masyarakat setempat dan lembaga pemerintah terkait.  

“Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan BGA Group yaitu meningkatkan kegiatan pengawasan dengan menggunakan Menara Pantau titik api yang dibagun pada titik rawan terjadinya kebakaran lahan atau hutan,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Tercatat tahun 2019, BGA Group terus menambah jumlah menara pantau titik api di wilayah operasionalnya. Penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan daerah rawan terbakar. Menara Pantau dinilai efektif karena sebagai upaya awal yang cukup cepat dalam memantau titik api dan melaporkannya kepada pihak berwenang yakni tim Tanggap Darurat Kebakaran Lahan.

Kemudian, alat pendukung utama pemadam kebakaran telah dilengkapi dengan peralatan baru seperti selang, water pump dan lainnya. Hal ini dilakukan agar saat menangani kebakaran alat pendukung pemadam kebakaran dapat berfungsi dengan baik.

Lebih lanjut kata Agam, upaya pencegahan teknis kebakaran lainnya, dilaksanakan program pembuatan embung sebanyak 444 unit, sumur artesis 12 unit dan  5.524 unit sekat air di seluruh wilayah operasional BGA Group. Embung, sumur artesis dan sekat air merupakan sumber air utama untuk memadamkan api yang jaraknya dapat dijangkau dengan cepat oleh unit kendaraan tangki pemadam.

Tak hanya itu, dengan kemajuan teknologi GIS - Remote sensing (Penginderaan Jauh) terbukti sangat membantu dalam aktifitas operasional yang berbasis Landscape. Selain itu GIS juga peran penting dalam mitigasi bencana termasuk kebakaran lahan. Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mengutamakan peran sustainability dalam semua aktifitasnya, BGA selalu melaksanakan Mitigasi dengan berbasis teknologi termasuk dalam pencegahan kebakaran lahan.

Untuk mengintegrasikan semua program penanggulangan, telah disusun Peta tindakan konservasi air yang ditetapkan sebagai kerangka acuan penanganan dan pencegahan kebakaran lahan oleh management BGA Group. Dalam peta tersebut terdiri dari peta konservasi sumber air, peta titik rawan kebakaran, peta rawan kekeringan, alur drainase dan jalur patroli tim satgas penanggulangan kebakaran yang telah dibentuk secara khusus untuk memonitor kondisi di lapangan setiap hari. Satgas bertugas melakukan pengawasan secara reguler ke daerah-daerah yang rawan kebakaran. Satgas terdiri dari karyawan dan beberapa elemen masyarakat desa sekitar perusahaan.

“Peta Komprehensif yang menggambarkan lokasi dimana areal rawan kebakaran, lokasi menara pantau, lokasi embung air, jalur evakuasi, jalur patrol, lokasi sumur dalam (Deep Well) dll. Dalam peta tersebut juga menggambarkan rencana mitigasi kekeringan dengan membuat rencana tindakan konservasi daerah aliran sungai dengan melibatkan masyarakat setempat,” ujar Ketua Task Force Tata Kelola Air dan Mitigasi Kebakaran BGA Group, Maman Aliman Utardi. (T2)