Berita Lintas
sawitbaik

Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan jadi Model di Sumatera Selatan



Ilustrasi areal Nilai Konservasi Tinggi di tengah kebun sawit
Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan jadi Model di Sumatera Selatan

InfoSAWIT, PALEMBANG – Dikatakan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, khusus untuk Sumatera Selatan saat ini telah banyak dicapai keberhasilan pembangunan perkebunan, khusus kelapa sawit yang luasannya samapai 2018 lalu telah mencapai 1.183.334 Ha, dengan produksi minyak sawit mentah (CPO) sekitar 3.826.784 ton. ”Dari luasan tersebut, kepemilikannya sekitar 59% milik perusahaan inti, 25% milik petani plasma dan 16 % milik petani swadaya,” kata Rudi dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, pada acara “Workshop Hilirisasi Produk Kelapa Sawit" di Sumatera Selatan, belum lama ini.

Lebih lanjut kata Rudi, sebagai upaya pembangunan perkebunan berkelanjutan, telah dicanangkan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) melalui Peraturan Menteri Pertanian nomor 11/Permentan/OT.140/3/2015 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. 

“Peraturan ini  merupakan rangkuman dari seluruh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan memproduksi minyak kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia, bersifat wajib dipatuhi (mandatory) diterapkan oleh seluruh pelaku usaha perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” katanya dalam informasi yang didapat InfoSAWIT.

Sementara itu bagi Provinsi Sumatera Selatan, komitmen untuk mewujudkan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan tentunya tidak diragukan lagi, dengan implementasi South Sumatera Green Growth.  “Sesuai amanat Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 21 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pertumbuhan Ekonomi Hijau Provinsi Sumatera Selatan,” tandas dia. (T2)