Berita Lintas
sawitbaik

Mengenal Mucuna Bracteata, Kacang Penutup Tanah di Kebun Sawit dan Karet



Mengenal Mucuna Bracteata, Kacang Penutup Tanah di Kebun Sawit dan Karet

InfoSAWIT, JAKARTA - Mucuna bracteata merupakan salah satu jenis tanaman kacang-kacangan tahunan (perrenial) yang digunakan sebagai penutup tanah pada lahan budidaya, yang juga disebut Leguminosae Cover Crop (LCC) yang banyak digunakan oleh petani di kebun sawit dan perkebunan karet di Indonesia.

Seperti yang diketahui tanaman kacang kacangan ini merupakan tanaman yang paling ideal utuk dijadikan sebagai tanaman penutup tanah khusunya di wilayah perkebunan sawit. Hal ini dikarenakan selain membantu menekan pertubuhan gulma ada keunggulan tanaman kacang dibandingkan tanaman penutup tanah yang lainnya yaitu kemampuannya dalam memfiksasi nitrogen (N) sehingga unsur hará tanah mengalami peningkatan.

Berikut 5 Fakta yang harus Anda ketahui tentang Mucuna bracteata, tanaman kacang asal India yang sedang menjadi primadona perkebunan sawit Indonesia

Laju Pertumbuhan yang Cepat

Mucuna bracteata memiliki kemampuan untuk bertumbuh dan beradaptasi dengan cepat. Dalam waktu 4 minggu setelah tanam, Tanaman Mucuna bracteata ini mampu memiliki rata-rata perpanjangan sulur sebanyak 20 cm. Dalam jangka waktu 3 tahun, akar tanaman ini mampu bertumbuh hingga 3 meter ke dalam tanah.

 

Tidak Disukai Ternak

Bau khas dari senyawa fenolik yang ada pada tanaman Mucuna bracteata membuat ternak tidak menyukai tanaman ini. Hal ini tentunya menjadi hal yang menguntungkan bagi petani perkebunan sawit dimana resiko kerusakan tanaman sawit akibat gangguan hewan ternak seperti sapi ataupun hewan lainnya seperti babi hutan akan semakin berkurang.

 

Tahan terhadap Naungan

Kemampuan untuk bertumbuh dalam intensitas cahaya yang sedikit menjadi keunggulan dari Mucuna bracteata ini. Memiliki sifat yang unik dimana tanaman ini berbeda dengan tanaman kacang-kacangan pada umumnya yang sangat memperlukan intenstas cahaya yang cukup banyak untuk pertumbuhannya. Sifat inilah yang membuat tanaman ini menjadi pilihan para petani sawit untuk dijadikan sebagai LCC perkebunannya. Nanungan pohon sawit yang terbentang luas tidak akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang ini.

 

Menekan Pertumbuhan Gulma

Daya tumbuh Mucuna bracteata yang sangat cepat membuat tanaman gulma tidak mampu bergerak sedikit pun. Tanaman ini dengan sangat cepatnya memanjangkan sulurnya dan menutup tanah. Dalam keadaan inilah gulma pada lahan perkebunan sawit tidak memiliki peluang untuk bertumbuh dengan baik.

 

Dapat Diperbanyak secara Vegetatif

Seperti yang diketahui, harga dari benih Mucuna bracteata tergolong mahal dikarenakan harus mengimpor benih terlebih dahulu. Tetapi petani tidak perlu khawatir, karena perkembangbiakan Mucuna bracteata ini dapat dialakukan secara vegetatif yaitu salah satunya dengan stek batang. Untuk melakukan stek maka tanaman Mucuna bracteata yang digunakan sudah mencapai usia 8-12 bulan. (Penulis: Wella Tessalonika Ambarita dan Cucu Suherman (Dosen Pembimbing), Jurusan Agribisnis 2017, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)