InfoSAWIT, JAKARTA – Industri hilir kelapa sawit Indonesia tercatat Masih positif, bahkan Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (APOLIN) memprediksi produksi produk hilir berbasis 15 HS sepanjang 2019 bakal mampu mencapai 3 juta ton.
Sementara sepanjang periode Januari sampai September 2019, ekspor produk hilir berbasis 15 HS telah mencapai 2,3 juta ton, atau ada kenaikan sekitar 13% dibandingkan volume ekspor tahun 2018 lalu yang hanya mencapai 2 juta ton, pada periode yang sama.
Sementara nilai ekspor produk hilir berbasis 15 HS dikatakan Ketua APOLIN, Rapolo Hutabarat, ada sedikit penurunan dibandingkan di tahun 2019 sekitar 22% atau setara US$ 1,4 miliar, dibandingkan pada tahun 2018 yang mampu mencapai US$ 1,8 miliar. “Ini terjadi karena dampak dari penurunan harga komoditas minyak sawit global,” katanya kepada InfoSAWIT, disela-sela acara FGD APOLIN bertema “Spektrum Penggunaan Produk Oleochemical Di Industri Strategis”, Selasa (19/11/2019) di Jakarta. (T2)







