Berita Lintas
sawitbaik

POPSI Adakan Konferensi di Kalbar Untuk Cari Solusi Permasalahan Petani Sawit



POPSI Adakan Konferensi di Kalbar Untuk Cari Solusi Permasalahan Petani Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Selama tiga tahun terakhir industri kelapa sawit di Indonesia mengalami banyak tantangan serta  perkembangan yang secara langsung mempengaruhi petani sawit sebagai salah satu aktor penting dalam industri sawit nasional.

Beberapa tantangan yang saat in dihadapi diantaranya pertama, terjadinya penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) sampai di angka harga US$ 450/ton pada tahun 2019 ini merupakan penurunan harga CPO terendah untuk 3 tahun terakhir.

Lantas kedua, adanya hambatan perdangan CPO asal Indonesia terhadap negara tujuan ekspor sawit sperti India, dimana negara Bollywood itu menaikan bea impor terhadap CPO Indonesia menjadi 15% pada tahun 2019.

“Kondisi ini menyebabkan ekspor CPO Indonesia ke India menurun sekitar 12% dari total ekspor CPO 7,63 juta ton CPO, kendati saat ini dari informasi GAPKI sudah mulai ada peningkatan ekspor kembali,” tutur Manager Organisasi dan Keanggotaan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudin kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Ketiga rencana kebijakan Uni Eropa untuk tidak membeli biodiesel Indonesia yang bersumber dari sawit sebagai kebutuhan bahan bakar biodiesel di negara-negara Uni Eropa.

“Hal ini sangat berdampak pada pasar sawit Indonesia karena Eni Eropa juga sala satu negara tujuan ekpor tebesar untuk CPO Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 4,8 juta ton,” kata Sabarudin.

Mengingat kondisi dan permasalahan global tersebut, maka unuk mencari solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi industri kelapa sawit nasional yang juga berdampak pada petani kelapa sawit, maka asosiasi petani yang tergabung dalam Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), bakal mengadakan seminar Indonesian Palm Oil Smallholders Conference & Expo (IPOSC) 2019 : Penguatan SDM dan Kelembagaan Petani Basis Kesuksesan Petani Sawit, selama dua hari tanggal 27-28 November 2019, berlokasi di Hotel Aston, Pontianak, Kalimantan Barat.

Acara ini kata Sabarudin, bakal menjadi ajang bagi para petani untuk berkumpul dan memadukan visi untuk pengembangan dan penguatan organisasi petani dan peningkatan kapasitas petani. “Selain untuk mencari solusi bagi beragam permasalahan yang dihadapi oleh petani sawit di Indonesia,” tandas dia. (T2)