Berita Lintas
sawitbaik

Periode 2018-2019, Petani Sawit Swadaya Peroleh Rp 13,99 Miliar Dari Sertifikat RSPO



Periode 2018-2019, Petani Sawit Swadaya Peroleh Rp 13,99 Miliar Dari Sertifikat RSPO

InfoSAWIT, BANGKOK – Dikatakan ketua Froum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI), H Narno, dukungan nyata dari perusahaan-perusahaan ini membuktikan kepada kami bahwa mereka menghargai peran petani swadaya dalam industri kelapa sawit di Indonesia.

FORTASBI, dalam acara malam penghargaan bertemakan “Menghubungkan Petani Swadaya dengan Pasar” pada 4 November 2019 di Bangkok lalu. Dukungan ini terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari pelatihan untuk membantu petani swadaya menerapkan praktik-praktik yang sesuai dengan standar keberlanjutan hingga membantu mereka mendapatkan sertifikasi keberlanjutan.

Para anggota FORTASBI juga telah memperoleh sejumlah Rp 13,995 miliar (EUR 900.000) pada tahun 2018 dan 2019 dari perusahan-perusahaan yang membeli kredit petani RSPO yang mereka hasilkan.

“Anggota-anggota kami telah melihat sendiri manfaat dari penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan,” ujar Narno, yang juga merupakan anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Amanah, yang menjadi anggota Fortasbi.

Lebih lanjut kata Narno, meskipun begitu, saat ini masih banyak sekali petani swadaya di luar rantai pasok yang berkelanjutan, dan petani memerlukan bantuan semua pihak untuk bisa membawa lebih banyak lagi petani swadaya ke dalam keberlanjutan.

Di Indonesia, yang merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, petani menguasai sekitar 40% dari keseluruhan 14 juta ha perkebunan kelapa sawit. Fortasbi memiliki 32 kelompok petani sebagai anggotanya, yang mewakili 7.325 petani swadaya, yang mana 98% di antaranya telah tersertifikasi, dan 17.615 ha perkebunan kelapa sawit. (T2)