PEKANBARU - Empat juta dari enam juta penduduk di berbagai wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau adalah kalangan keluarga petani perkebunan sawit dan sebagian kecil perkebunan karet. Demikian kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Selasa (30/12/2014).
Menurutnya mayoritas masyarakat Riau mata pencahariannya mengandalkan perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. "Mereka menggantungkan kehidupan dan perekonomian mereka di perkebunan tersebut yang selama ini harganya selalu ketergantungan pihak asing," tuturnya, seperti dikutip Antara Riau.
Namun, katanya, sepanjang harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hingga minyak sawit mentah (CPO ) berada di pihak asing, maka akan sangat merugikan para petani. (T3)







