Berita Lintas
sawitbaik

Hari Perkebunan: Perusahaan Sawit PT Hindoli Dinobatkan Atas Komitmennya Terhadap Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan



Hari Perkebunan: Perusahaan Sawit PT Hindoli Dinobatkan Atas Komitmennya Terhadap Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

InfoSAWIT, MALANG – Pada puncak peringatan Hari Perkebunan berlokasi di Polbangtan, Malang, Jawa Timur, Selasa (10/12/2019), perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Hindoli, dinobatkan sebagai perusahaan yang memiliki komitmen dalam “Peningkatan produksi dan Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan”.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono yang diterima oleh Head Plasma PT Hindoli, Joko Wahyu Priyadi.

Dikatakan Joko Wahyu, penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik kelapa sawit berkelanjutan sekaligus komitmen dalam mentaati peraturan pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

“PT Hindoli (Cargill), terus berkomitmen mantaati aturan untuk pengelolaan kebun sawit yang berkelanjutan, secara penuh dari waktu ke waktu,” katanya kepada InfoSAWIT, selasa (10/12/2019).

Sementara dari catatan InfoSAWIT, induk usaha PT Hindoli, Cargill Tropical Palm Pte Ltd. tersebut, telah semenjak lama dikenal menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Setelah resmi masuk ke Indonesia tahun 1996 lewat perusahaan Cargill Tropical Palm (CTP) Holdings Pte Ltd yang bermarkas di Singapura, tercatat perusahaan langsung tancap gas melakukan akuisisi perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Kendati aktif melakukan perluasan areal perkebunan kelapa sawit, perusahaan tetap patuh dalam menerapkan kaidah lingkungan dalam pengelolaan kebun sawit. Wajarlah jika kemudian perusahaan memiliki komitmen tinggi dalam menerapkan budidaya kelapa sawit secara berkelanjutan (sustainable).

Buktinya Juli 2011 silam Cargill telah menyatakan sikapnya guna menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) yang disuplai ke Australia, Kanada, Eropa, Selandia Baru dan AS yang telah lulus uji sertifikasi berkelanjutan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Setelah Cargill memperoleh sertifikat RSPO lewat anak usahanya PT Hindoli tahun 2009 silam, disusul mensertifikasi kebunnya berdasarkan standar International Sustainability & Carbon Certification (ISCC). Tidak hanya kebun inti, kebun plasma pun akhirnya memperoleh sertifikat RSPO dan ISCC.

Termasuk menerapkan skim kelapa sawit berkelanjutan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dimana pada 2013 lalu PT Hindoli memperoleh Sertifikat ISPO, menyusul pada 2017 lalu salah satu anak perusahaan Cargill lainnya, PT Poliplant Sejahtera resmi pula memperoleh sertifikat sawit berkelanjutan ISPO. Bahkan kabarnya untuk dua perusaahaan lainnya sedang dalam proses memperoleh ISPO.

Kedepan, Cargill berkomitmen bakal menerapkan budidaya sawit berkelanjutan dan menghasilkan output 100% CPO yang berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan konsumen minyak nabatinya di dunia.

Guna terwujudnya proses penerapan lingkungan di areal konsesi perkebunan kelapa sawitnya, Cargill menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan internasional, misalnya tahun 2010 bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) AS, guna melakukan penilaian terhadap pemasok CPO ke perusahaan yang berada di Indonesia.

Pula bekerjasama dengan Fauna & Flora International guna mengidentifikasi dan membuat konservasi orangutan di Kalimantan. Bahkan perusahaan telah membuat rencana aksi bekerjasama dengan LSM, Kementerian Kehutanan dan pemerintah daerah. Dengan mendesain ulang areal yang menjadi habitat orangutan dan program melindunginya.

Komitmen lingkungan yang diterapkan Cargill dalam mewujudkan perkebunan kelapa  sawit yang berkelanjutan faktanya bukanlah omong kosong belaka. Dengan sederet sertifikasi berkelanjutan yang didapat Cargill, menjadi bukti perusahaan serius menggarap sawit dengan budidaya yang berkelanjutan. (T2)