InfoSAWIT, JAKARTA – Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki wilayah operasi di Medan, sumatera Utara, PT Cisadane Sawit Raya, tahun depan bakal melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) dengan target pencatatan (listing) di bursa pada 9 Januari 2020.
Tercatat perusahaan ini dirintis pada 28 oktober 1983 pengusaha lokal Rudi Suhenda (alm) dan Johanna Wirjoprawiro (alm) yang telah bermitra bisnis selama lebih dari 25 tahun.
Merujuk prospektus perusahaan yang dipublikasikan Senin (16/12/2019), perseroan akan melepas 410 juta saham dengan nominal Rp 100/saham, atau mewakili 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. Dikutip dari CNBC Indonesia. Harga saham IPO tersebut belum ditetapkan, begitu juga dengan target dana yang akan diraih perusahaan.
Cisadane menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter), sementara penjamin emisi efek lainnya akan ditentukan kemudian.
Masa penawaran awal akan digelar pada 16-23 Desember, dengan perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 30 Desember dan perkiraan masa penawaran awal (bookbuilding) ada 31 Desember-3 Januari 2020.
Hasil dana IPO tersebut rencananya akan digunakan perseroan untuk modal kerja, seperti pembelian pupuk, pembelian tandan buah segar (TBS) sawit, yang berasal dari masyarakat, serta pembayaran kontraktor untuk biaya sewa alat berat dan konstruksi.
Saham perusahaan saat ini dimiliki mayoritas oleh PT Verdan Sawit Lestari 26,76%, PT Sapta Sawit Lestari 47,50%, dan PT Sawit Inti Perkasa 27,74%.
Mengacu laporan keuangan, aset perusahaan per 30 Juni 2019 tercatat sebesar yakni Rp 1,35 triliun, naik dari Desember 2018 yakni Rp 1,28 triliun.
Pendapatan perusahaan per Juni 2019 sebesar Rp 223,46 miliar, dari Juni 2018 yakni Rp 278,08 miliar, sementara laba bersih pada periode 3 bulan pertama tahun ini Rp 4,43 miliar, ambles dari sebelumnya Rp 14 miliar. Laba tahun 2018 tercatat juga turun menjadi Rp 28,82 miliar dari tahun 2017 yakni Rp 98,47 miliar. (T2)







