Berita Lintas
sawitbaik

Rapot Biru BPDP Kelapa Sawit



Rapot Biru BPDP Kelapa Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Sejak dibentuk pada pertengahan tahun 2015 sampai saat, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) telah berhasil melakukan dukungan dana pada berbagai program pemerintah, antara lain, penyaluran dana dukungan program biodiesel. Penyaluran ini, selain dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia kepada impor minyak solar dan minyak mentah, juga merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk menciptakan stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di dalam negeri.

Dengan kemampuan untuk menyerap kelebihan CPO di pasar domestik, program biodiesel telah mendorong keseimbangan pasar menuju tingkat harga yang lebih baik dibandingkan periode sebelum BPDPKS didirikan. Sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini, program biodiesel telah mempertahankan tingkat harga CPO rata-rata di atas US$ 550/ton.

BPDPKS juga aktif mendukung dana untuk persiapan program pencampuran biodiesel ke diesel 30% (B30) di awal tahun 2020, seperti, untuk keperluan uji coba mesin dan bahan bakar biodiesel, dan sosialisasi program biodiesel kepada masyarakat.

Program yang tidak kalah penting dalam mempertahankan komoditas utama di Indonesia ini adalah program peremajaan sawit rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun swadaya, dan memenuhi permintaan minyak nabati dunia yang diproyeksikan akan terus meningkat.

Untuk mensukseskan program PSR itu, BPDP-KS turut memberikan dukungan bantuan dana sebanyak Rp 25 juta per hektar per petani. Sampai dengan bulan November 2019 dana PSR telah tersalur sebesar Rp 2,4 triliun dengan luasan lahan sebesar 98.869 hektar dan melibatkan 43.881 pekebun yang tersebar di 21 provinsi dan 106 kabupaten di Indonesia.

Pencapaian tersebut meningkat drastis pada tahun 2019, mencapai 622% dibandingkan tahun 2018. Hal itu disebabkan oleh adanya penyempurnaan proses bisnis dukungan dana peremajaan, antara lain, penyederhanaan proses yang semula terdiri dari 14 persyaratan namun kini menjadi 8 persyaratan.

“Selain itu, untuk memberi akses yang lebih luas kepada para petani yang membutuhkan dana peremajaan, sejak pertengahan tahun 2019 telah diluncurkan program aplikasi Peremajaan Sawit Rakyat On-line (PSR On-line),” kata Direktur Utama BPDP-KS, Dono Beostami dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (19/12/2019).

BPDP-KS juga memberikan dukungan untuk kemajuan industri sawit secara nasional di sektor penelitian dan pengembangan.  Penelitian dan pengembangan berperan sangat besar dalam memastikan industri sawit Indonesia untuk terus berinovasi dan berkreasi untuk mengimbangi peningkatan permintaan dan tuntutan industri yang berkelanjutan dari pasar dunia.

Pada tahun 2019 telah tersalurkan dana untuk penelitian dan pengembangan sebesar Rp 98,4 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan 2018 dengan realisasi penyaluran yang mencapai Rp 48,9 miliar. (T2)