InfoSAWIT, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara resmi meluncurkan implementasi Program Campuran Biodiesel 30 persen ke minyak solar atau tren disebut B30 di Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.
Peluncuran tersebut dipusatkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina tepatnya di SPBU 31.128.02 di Jalan MT Haryono Jakarta Selatan. Tampak hadir dalam acara Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Thohir, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Sebelumnya guna mengurangi double deficit neraca perdagangan dan transaksi berjalan sejumlah program pun telah dicanangkan Presiden sejak 2017-2018. Hal itu kembali dicanangkan pada awal bekerjanya Kabinet Indonesia Maju pada Oktober 2019.
Salah satu program yang akan diintensifkan adalah peningkatan porsi CPO pada biodiesel dari B20 ke B30, hingga ke porsi lebih tinggi, di atas 50 persen atau B50.
Dikatakan Presiden Jokowo, Indonesia harus melepaskan diri dari ketergantungan energi minyak berbasis fosil, yang cadangannya akan habis, dan penggunaan biodiesel sawit juga merupakan upaya Indonesia dalam melindungi bumi. "Kita harus melepaskan diri dari ketergantungan energi fosil yang suatu saat akan habis. Ini komitmen kita juga dalam menjaga planet bumi," kata Jokowi.
Lebih lanjut kata Jokowi, program B30 akan melepaskan ketergantungan Indonesia untuk impor bahan bakar minyak, khususnya solar. Dengan adanya program ini, maka Indonesia bisa memanfaatkan produksi kelapa sawit di dalam negeri.
"Kita penghasil sawit terbesar di dunia. Kita punya banyak bahan bakar nabati sebagai pengganti solar. Harus dimanfaatkan untuk kemandirian energi nasional," kata dia.
Jokowi juga memastikan bahwa program B30 akan berdampak positif bagi jutaan petani dan buruh kelapa sawit. (T2)







