Berita Lintas
sawitbaik

Volume Ekspor Minyak Sawit Oktober 2019 Melorot 6%, Saat Harga CPO Naik US$ 140/ton



Volume Ekspor Minyak Sawit Oktober 2019 Melorot 6%, Saat Harga CPO Naik US$ 140/ton

InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), volume ekspor produk minyak sawit Oktober 2019 turun sebesar 6% dibandingkan dengan September 2019.

Namun demikian pada minyak laurat, terjadi kenaikan sebesar 64%. Kenaikan yang tinggi ini diduga merupakan carry over dari ekspor yang minyak laurat yang rendah pada September 2019. Kenaikan yang tinggi (18%) juga dijumpai pada ekspor oleokimia. Dibandingkan dengan Jan-Okt 2018, volume ekspor Jan-Okt 2019 naik sekitar 2%. Kenaikan terbesar terjadi pada produk oleokimia (113%) dan pada CPO (17%).

Dalam keerangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (23/12/2019), ekspor ke Pakistan pada bulan Oktober naik 100 ribu ton lebih tinggi (+52%) dibandingkan dengan ekspor bulan September, sedangkan ekspor ke Afrika pada bulan Oktober 270 ribu ton lebih rendah (-41%) dari ekspor pada bulan September tetapi secara year on year ekspor ke Pakistan 5% lebih rendah sedangkan ke Afrika masih 88% lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Sementara itu, bulan Oktober terjadi 2019 kenaikan harga CPO yang cukup tajam dari US$ 520/ton pada awal bulan menjadi US$ 660/ton cif Rotterdam pada akhir Oktober 2019. “Kenaikan harga minyak sawit sangat melegakan pengusaha dan pekebun setelah beberapa tahun menderita karena harga yang rendah,” catat Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono.

Harga yang membaik ini memberikan kesempatan kepada pengusaha dan pekebun untuk memulihkan kondisi kebun dan pabrik agar kembali berproduksi normal. Upaya pemulihan kebun pada awal akhir 2019/awal 2020 merupakan waktu yang tepat karena menurut BMKG curah hujan 2019/2020 akan normal. “Meskipun demikian, kegiatan pemulihan ini akan memerlukan waktu,” tandas Mukti. (T2)