InfoSAWIT, JAKARTA - Prinsip dan praktik keberlanjutan untuk setiap komoditas minyak nabati berbeda-beda, namun minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling ketat aturan dan standar keberlanjutannya. Hal ini disebabkan perhatian khusus para pihak terhadap dampak lingkungan dan sosial sebagai dasar intervensi dalam kendali dan keputusan atas standar ditentukan oleh pihak yang tidak terlibat langsung dalam produksi sawit.
Kampanye negatif sawit telah memaksakan standar minyak sawit berkelanjutan yang sangat ketat dan terus berkembang dengan masih maraknya propaganda anti sawit dengan berbagai dalih dan kekhawatiran beragam, mulai dari kesehatan manusia, masalah lingkungan dan dampak sosial. Hal ini tidak terjadi untuk komoditas minyak nabati lainnya.
Sebagai bagian dari kampanye anti minyak sawit, isu keberlanjutan juga digunakan sebagai langkah untuk menghambat pertumbuhan dan pasar minyak sawit. Daya saing minyak sawit secara sistematis terus dikecilkan dengan kampanye yang menggugah emosi konsumen.
Kendati para produsen minyak sawit telah berupaya maksimal untuk menjelaskan dan memberikan fakta terhadap tuduhan negatif terhadap minyak sawit. Namun, produsen selalu berada pada posisi kalah dalam perang pendapat, lantaran upaya untuk menanggapi kampanye anti minyak sawit hanya dilakukan melalui pendekatan sporadis, konvensional dan tidak teroganisir.
Selain itu kampanye negatif sawit selalu menggunakan pesan-pesan emosional yang mudah mempengaruhi konsumen, sementara pihak produsen hanya berfokus pada penjelasan fakta-fakta yang kurang menarik perhatian.
Kampanye negatif dan propaganda anti minyak sawit telah berhasil menekan pertumbuhan pasar minyak sawit di Uni Eropa. Stagnasi pasar Uni Eropa terus terjadi disertai turunnya harga minyak sawit dan terhentinya perkembangan perkebunan kelapa sawit.
Kampanye anti sawit seringkali gagal dalam menyajikan fakta dan data akurat, seperti tuduhan dampak kesehatan yang pernah dikampanyekan dan masih terus menghantui kita, namun hal ini terbukti tidak memiliki dasar ilmiah. Sebaliknya, penelitian ilmiah berkesimpulan bahwa minyak sawit merupakan minyak nabati dengan karakteristik hampir sama dan tidak ditemukan dampak negatif pada kesehatan. (Penulis: Edi Suhardi/ Praktisi Perkebunan Kelapa Sawit Di Indonesia)
Lebih lengkap baca majalah InfoSAWIT edisi Oktober 2019










