InfoSAWIT, USA - Perusahaan kimia asal Amerika Serikat, INOLEX, telah memastikan untuk setiap bahan baku yang digunakan untuk produk yang dihasilkan berasal dari minyak sawit berkelanjutan lewat skim Mass Balance.
Sebelumnya perusahaan pada Januari 2018 lalu telah menwarkan ke konsumennya produk yang berasal dari minyak sawit berkelanjutan skim mass balance untuk seluruh bahan baku turunan minyak sawitnya.
Merujuk keterangan resmi perusahaan yang diterima InfoSAWIT, INOLEX memastikan untuk menggunakan 100% seluruh bahan bakunya berasal dari minyak sawit berkelanjutan bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dengan ciri disetiap akhir nama produk tertera tulisan “MB”.
Dikatakan Direktur Pemasaran INOLEX, Lisa Gandolfi, PhD, pihaknya berupaya menjadi pelopor bagi pergeseran industri untuk mendorong standar menuju sumber dan perdagangan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Sekaligus mendukung upaya RSPO, sebuah lembaga nirlaba multistakeholder dalam mengubah pasar untuk menjadikan minyak sawit berkelanjutan menjadi norma.
Program Keberlanjutan INOLEX
INOLEX baru-baru ini merilis Laporan Kemajuan Keberlanjutan tahun 2019, yang menyoroti inisiatif utama yang dicapai selama setahun lalu. Termasuk dalam laporan adalah komitmen perusahaan terhadap keterlacakan. Program Balance & Act merinci transisi penuh INOLEX dari semua produk turunan kelapa sawit dalam portofolionya secara eksklusif ke Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bahan bersertifikasi Mass Balance, sehingga melebihi standar industri.
Dalam laporan ini juga menyoroti partisipasi perusahaan dalam Program BioPreferred® USDA untuk secara independen menyatakan kealamian dan keberlanjutan dari teknologi yang berasal dari pabriknya. INOLEX memiliki portofolio bahan-bahan Bersertifikat BioPreferred® USDA terbesar untuk kategori Intermediate - Komponen Produk Perawatan Pribadi, dengan 83 produk, pada 31 Desember 2019.
Laporan Kemajuan Keberlanjutan tahun 2019 milik INOLEX menjadi sebuah laporan sementara, mencatat keberhasilan transisi perusahaan dari platform produksi di Amerika Serikat pada tahun 2019 menuju industri manufaktur unggulan baru di Charlotte, North Carolina. (T2)







