Berita Lintas
sawitbaik

Mentransformasi Industri Pertanian Lebih Ramah Lingkungan



Co Founder dari Olam Intenationa Ltd., Sunny George Verghese.
Mentransformasi Industri Pertanian Lebih Ramah Lingkungan

InfoSAWIT, BANGKOK - Terus bertambahnya populasi di dunia, telah mendorong meningkatnya kebutuhan sandang, pangan dan papan masyarakat di dunia. Dimana kebutuhan itu setiap hari mesti dipasok dari alam, dan sayangnya alam tidak terus bertumbuh tetapi justru terus tergerus dan menyempit.

Faktanya peningkatan kebutuhan pasokan bahan pangan, sandang dan papan tersebut tidak bisa dikendalikan. Sebab itu dikatakan Sunny George Verghese, Co Founder dari Olam Intenationa Ltd., sebuah perusahaan pemasok bahan-bahan pangan di dunia, sudah saatnya industri mulai melakukan transisi supaya bisa terus berkelanjutan (Sustainable). Terlebih sektor pertanian juga berkontribusi kepada perubahan iklim.

Lebih lanjut kata Sunny yang berasal dari India, mengungkapkan, saat ini perlu dipahami bahwa dunia bukan lagi menghadapi tantangan perubahan iklim tetapi sudah masuk dalam Kedaruratan Iklim.

Bahkan dalam beberapa pertemuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York telah membahas secara intens krisis iklim ini yang sudah masuk ke level kedaruratan iklim. “Kita hanya memiliki waktu sampai 2050 untuk berubah,” kata Sunny saat berbicara di 17th Annual Roundtable Conference on Sustainable palm Oil (RT17) di Bangkok, awal November 2019 lalu yang dihadiri InfoSAWIT.

Kedaruratan iklim ini bukan sesuatu yang mudah untuk disentuh, hingga saat ini isu tersebut sudah mendorong jutaan orang berdemonstrasi untuk memastikan hak para generasi muda mendapatkan masa depan yang layak.

Lantas, mendorong kolapsnya keragaman hayati, yang ditunjukkan dengan semakin banyaknya tanaman dan satwa yang mulai punah. Serta munculnya ketidaksetaraan sosial. “Masyarakat dengan pendapatan tinggi hanya dikuasai oleh 1% populasi di dunia,” katanya.

Diakui atau tidak, saat ini sistem agrikultur mulai menghadapi kerusakan, lantaran sekitar 25% emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dihasilkan dari sektor agrikultur. Terlebih berdasarkan definisi pemananasan global adanya peningkatan suhu 1,50C maka akan ada peningkatan suhu bumi yang sangat hebat hingga mencapai 2,5 kali lipat.

Biasanya peningkatan derajat suhu tersebut terjadi setiap 100 tahun sekali, namun kini peningkatan itu lebih cepat menjadi sepuluh tahun sekali. “Kenaikan suhu itu meningkat 2,5 kali lipat dan membuat punah spesies tumbuhan dan serangga, namun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) berupaya untuk mencegah itu semua,” katanya.

Sebab itu setiap individu harus menjadi agen perubahan, sehingga semua elemen masyarakat dari pelaku usaha hingga pemerintah ikut juga berubah. Sejatinya, sebanyak 195 negara telah sepakat tentang Social Development Goals (SDGs). Ini menjadi pertanda negara-negara di dunia sudah melakukan langkah cepat untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. (T2)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT Cetak edisi Desember 2019