InfoSAWIT, SORONG - Sekitar 200 orang yang terdiri dari pelaku bisnis, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil dan kelompok pemuda hadir dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Investasi Hijau Papua dan Papua Barat, Kamis (27/2/2020) di Sorong.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan; Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki; Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo; Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia; Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanosoedibjo; Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.
Pada kesempatan tersebut, para stakeholder berupaya mendorong investasi yang masuk ke Indonesia mesti mendatangkan banyak manfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia dengan peningkatan kualitas SDM Indonesia secara menyeluruh, serta memperkuat upaya Indonesia dalam melindungi hutan dan ekosistem yang ada.
“Kita mau sektor swasta berinvestasi pada Pembangunan Rendah Karbon seperti pala, kopi, kakao, rumput laut. Jangan ada orang yang merambah hutan lagi. Jangan sawit lagi. Kita tidak hanya bicara investasi besar tapi diutamakan agar UMKM berkembang,” ujar Luhut dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
Luhut juga mengemukakan sejumlah alasan pentingnya investasi hijau, diantaranya, pembangunan berkelanjutan memerlukan anggaran yang sangat besar. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperhitungkan Indonesia akan membutuhkan anggaran Rp 67 triliun untuk mencapaitarget Sustainable Development Goals (SDGs). Porsi kontribusi pemerintah diperkirakan mencapai 62% dan sisanya diharapkan berasal dari kontribusi non-pemerintah.
Sementara Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan, pada 4 April 2019, pihaknya dengan Gubernur Papua telah berkomitmen untuk melindungi hutan. Sekadar catatan, baru 33% dari 2,7 juta Hektare (ha) lahan potensial di luar kawasan hutan yang telah dimanfaatkan untuk pengembangan komoditas sektor berbasis lahan.
“Ini adalah potensi yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan lahan di Papua Barat,” katanya.
Senada dikatakan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, pihaknya telah menyiapkan lima hal yang perlu dikembangkan agar arus investasi meningkat di Provinsi Papua. Hal tersebut yaitu penyiapan sumber daya manusia terampil, pengembangan infrastruktur dan logistik untuk meningkatkan profitabilitas dan kelayakan usaha, menjamin kemudahan usaha, menjamin keamanan. "Serta keselarasan antara investasi dan inisiatif pembangunan rendah karbon,” tandas Klemen. (T2)







