InfoSAWIT, Kotawaringin Timur – Sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidikan setempat lewat surat edaran guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona (Covid-19), sekolah-sekolah yang berada dibawah pengelolaan Yayasan Bumitama menetapkan sistem pembelajaran via online dan jarak jauh.
Dikatakan Koordinator Sekolah Yayasan Bumitama, Sri Wahyuni, penerapan belajar di rumah telah diterapkan semenjak 21 Maret 2020 lalu dan diperpanjang sesuai arahan Dinas Pendidikan setempat.
Penerapan pembelajaran di rumah ini kata Sri Wahyuni, secara teknis dilakukan untuk siswa usia Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelas Kecil (1 - 2 Sekolah Dasar/SD) di Taman Pendidikan Anak (TPA). Sementara untuk kelas 3 SD sampai siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilakukan pembelajaran di rumah masing-masing.
“Pembelajaran secara online dilakukan melalui media semisal whatsApp, messenger, atau google classroom, dan pihak sekolah membuat video pembelajaran,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
Namun demikian faktanya tidak semua siswa bisa menerapkan cara belajar via online, lantaran ada beberapa wilayah disekitar perkebunan kelapa sawit yang terkendala sinyak internet, sebab itu guna mangatasinya kata Sri Wahyuni, pihaknya juga menerapkan pembelajaran offline.
Caranya dengan pemberian modul dan tugas pembelajaran dengan sistem week delivery (1 minggu 1 kali pemberian modul sekaligus penarikan tugas), dimana bekerjasama dengan operation PT BGA sebagai delivery agent. Sementara untuk koordinasi harian dilakukan denga tim Pasukan Reaksi Cepat (PRC) perusahaan dibawah pengawasan Regional Head, Area Controller dan Estate Manager.
“Tim sekolah juga menunjuk tim visit ke estate minimal 1 minggu 1 kali untuk memantau kondisi siswa di estate yg tidak terjangkau sinyal,” katanya.
Hingga saat ini penerapan strategi belajar online dan offline, berjalan dengan lancar lantaran adanya kerjasama dari berbagai pihak di areal operasi Perkebunan Kelapa Sawit yang di kelola Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group.
Dalam penerapan pembelajaran di rumah dan untuk terus meningkatkan kreatifitas anak, tim sekolah juga didorong untuk memberikan penugasan berbentuk proyek berbasis karakter yang inovatif, kreatif dan menyenangkan.
Sementara pendampingan guru bagi siswa yang kesulitan sinyal, kata Sri Wahyuni, dilakukan dengan membuat modul pembelajaran yang di print out, copy dan di kirim ke siswa melalui tim yang telah ditunjuk.
Namun demikian bagi sebagian orang tua siswa, cara belajar yang telah diterapkan dianggap diluar kebiasaan. “Sehingga para orang tua mengharapkan kondisi ini segera berakhir,” tandas Sri. (T2)
Untuk InfoSAWIT berbahasa Inggris buka www.palmoilmagazine.com










