InfoSAWIT, JAKARTA - Kegagalan menangani limbah selalu berujung pada masalah lingkungan. Ambil contoh industri pertambangan di Indonesia yang kerap meninggalkan limbah dan lubang-lubang raksasa yang menganga. Menurut Jaringan Advokasi Tambang, sampai 2018 ada 1.735 lubang tambang di Kalimantan Timur. Tak hanya menjadi ancaman bagi lingkungan, lubang ini juga telah menyebabkan 33 korban yang jatuh hingga meninggal dunia sampai Mei 2019.
Hampir dipastikan bahwa sebagian besar anggota masyarakat yang menghadapi ancaman kerusakan lingkungan dan menjadi korban jiwa tersebut adalah penduduk asli setempat.
Tak hanya di Indonesia saja fenomena seperti ini terjadi. Hal serupa terjadi di negara maju seperti Kanada di mana permasalahan lingkungan menjerat pabrik pulp Northern Pulp di Nova Scotia, yang selama beberapa dekade meninggalkan permasalahan limbah yang pelik di danau Boat Harbour, di tanah kaum Indian Pictou Landing First Nation di Pictou County, Kanada. Paper Excellence, perusahaan milik Jackson Widjaja, cucu pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja, membeli pablik pulp Northern Pulp pada 2011.
Persoalan lingkungan di Nova Scotia itu menjadi salah satu topik yang dikupas sebuah film dokumenter berjudul “There’s Something in the Water” yang digarap oleh Ellen Page, aktris dan produser Kanada yang terkenal. Sosok cantik ini telah menjadi nominator di sejumlah penghargaan film internasional, seperti Oscar dan Golden Globe.
Page yang berasal dari Nova Scotia merasa kesal dengan kemalangan yang menimpa tanah kelahirannya. “There’s Something in the Water” yang dibuat Bersama-sema dengan Ian Daniel, teman dan rekan sesame produser, menyoroti adanya environmental racism, di mana penduduk asli keturunan Indian dan masyarakat kulit hitam menjadi korban dari korporasi besar yang, antara lain, dengan seenaknya membuang limbah tanah mereka dan ke danau Boat Harbour. Limbah dalam air danau dan rembesan limbah yang masuk ke air tanah yang membuat banyak penduduk asli yang mati muda, terutama akibat penyakit kanker.
Di film dokomenter tersebut digambarkan bagaimana Boat Harbor, yang dianggap sakral oleh masyarakat Indian di Pictou County, telah berubah menjadi sebuah kolam limbah raksasa. Tak hanya kehilangan sumber daya air dan biota di dalamnya, penduduk asli juga tak bisa menggelar kegiatan budaya mereka di sana.
Bekas Menteri Lingkungan Nova Scotia pernah mengatakan bahwa tingkat pencemaran di Boat Harbour termasuk yang paling buruk di Kanada. Masyarakat Pictou Country First Nation sudah bertahun-tahun menyerukan penghentian pembuangan limbah ke danau.
Persoalan lingkungan yang disebabkan Northern Pulp tak kunjung berakhir. Pada Januari 2020 Paper Excellence memutuskan menutup pabrik Northern Pulp menyusul ketidaksanggupan mereka mematuhi tenggat waktu pembangunan fasilitas pengolahan limbah, sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang khusus Boat Harbour Act yang disahkan pada 2015. (T2)










