InfoSAWIT, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB), Ermanto Fahamsyah mengungkapkan, terdapat beberapa hambatan dan tantangan yang mengakibatkan proses sertifikasi ISPO di lapangan berjalan lamban, diantaranya pertama, terkait pemahaman dan kebijakan tentang konsep sustainability (keberlanjutan) di Indonesia.
Persoalan sangat mendasar yang belum pernah dibahas secara tuntas dalam konteks Indonesia adalah pemahaman bersama tentang definisi dan konsep dasar dari sustainability dalam pengelolaan dan pengembangan kelapa sawit.
Kedua, mekanisme kelembagaan penyelenggaraan sertifikasi ISPO. Masalah mendasar dalam mekanisme kelembagaan ISPO terletak pada mekanisme penyelenggaraan proses sertifikasi ISPO yang dinilai sebagian pihak tidak transparan, tidak ada tanggung-gugat dari pelaksana audit dan penilaian akhir serta waktu yang lama dalam penentuan keputusan pemberian sertifikasi ISPO.
“Adanya peran besar yang diberikan kepada Komisi ISPO dalam proses Sertifikasi ISPO, melalui Sekretariat ISPO yang berada di bawah Kementerian Pertanian, juga dinilai sebagian pihak menjadi hambatan praktis bagi pelaku dan lembaga sertifikasi ISPO yang seharusnya bersifat independen,” catat Ermanto.
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Cetak Edisi April 2020










