Berita Lintas
sawitbaik

Melandainya Harga Minyak Sawit (CPO) di 2019 Pengaruhi Pendapatan Astra Agro



Melandainya Harga Minyak Sawit (CPO) di 2019 Pengaruhi Pendapatan Astra Agro

infoSAWIT, JAKARTA, Merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), para pemegang saham Astra Agro menyetujui laporan tahunan 2019, termasuk pengesahan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, serta pengesahan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun 2019, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan, dan perubahan susunan pengurus Perseroan (Dewan Komisaris).

Presiden Direktur Astra Agro, Santosa  mengatakan, turunnya harga CPO sepanjang tahun 2019  mempengaruhi kinerja perusahaan. “Pendapatan Astra Agro pada periode tahun 2019 turun 8,5% dari Rp 19,08 triliun menjadi Rp 17,45 triliun. Laba bersih Astra Agro pada tahun 2019 sebesar Rp 211 milyar,” kata Santosa dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Rabu (10/6/2020).

Lebih lanjut Santosa menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan 45% laba bersih Perseroan sebagai dividen. Atau sebesar Rp 49,- per saham dibagikan sebagai dividen tunai. “Sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan,” tutur Santosa.

Pada RUPST tersebut juga disahkan susunan komisaris baru yaitu Johannes Loman menggantikan Djony Bunarto Tjondro dan mengangkat Ari Dono Sukmanto sebagai Komisaris Independen.

?Sementara itu, merujuk laporan perusahaan, sepanjang periode Januari-Maret 2020, laba bersih Astra Agro meningkat 892% menjadi Rp 371,06 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2019. “Dengan kenaikan itu, laba per saham juga meningkat 891,72% dari Rp 19,44 pada kuartal I tahun 2019 menjadi Rp 192,79 pada kuartal I tahun 2020,” kata Santosa.

Kenaikan laba bersih perusahaan pada kuartal I tahun 2020 ini didorong oleh peningkatan rata-rata harga jual minyak kelapa sawit sebesar 45% menjadi Rp 9.037/kg.  Pada periode yang sama, pendapatan bersih Astra Agro naik 13,3% dari Rp 4,23 triliun menjadi Rp 4,80 triliun. (T2)