Berita Lintas
sawitbaik

Hadapi New Normal, Asian Agri Lanjutkan Komitmen Minyak Sawit Berkelanjutan



Hadapi New Normal, Asian Agri Lanjutkan Komitmen Minyak Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Director Sustainability & Stakeholder Relations Asian Agri, Bernard Riedo menegaskan, penerapan protokol kesehatan  untuk mencegah penyebaran COVID-19 menjadi fokus Asian Agri agar keberlangsungan operasional di perkebunan dan pabrik sawit tetap terjaga. Termasuk memastikan pengelolaan sawit berkelanjutan tetap berjalan di tengah pandemic COVID-19.

Optimisme pelaku usaha di bidang kelapa sawit menjadi kunci bagi upaya meningkatkan kinerja industri yang juga menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia ini. Seiring dengan penerapan kenormalan baru (new normal),  Asian Agri yang beroperasi di Provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi ini  tetap melanjutkan komitmen keberlanjutannya.

“Kami beroperasi, baik perkebunan dan pabrik CPO, dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai kebijakan Pemerintah dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam memasuki kenormalan baru,” kata Bernard dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT belum lama ini.

Keberlanjutan  mencakup aspek lingkungan, masyarakat dan perusahaan tanpa mengorbankan para pemangku kepentingan. Bernard mengatakan, pencapaian program keberlanjutan Asian Agri tahun 2019, diantaranya:  100% sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil); 100% petani plasma mitra Asian Agri mempertahankan sertifikasi RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) dan  ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). 

Di tahun 2019, 2 KUD/Asosiasi Petani Swadaya di Jambi memperoleh sertifikat RSPO, sehingga saat ini terdapat 4 KUD/Asosiasi Petani Swadaya mitra kami yang tersertifikasi RSPO  seluas lebih dari 2.000 hektar; dan Asian Agri  mencapai 100% traceability atau ketertelusuran. Kami bekerja sama dengan lembaga independen untuk memutakhirkan  sistem ketertelusuran tersebut.

Bernard menambahkan bahwa di akhir tahun 2019, Asian Agri juga melampaui target pencapaian program Komitmen Kemitraan  “One to One” atau Kemitraan Satu Banding Satu yang  mewujudkan pengelolaan kebun kelapa sawit petani mitra yang luasnya sama dengan kebun inti milik perusahaan. “Jumlah luas lahan inti perusahaan 100.000 hektar dan hingga akhir 2019 tercatat luas lahan petani mitra Asian Agri baik plasma dan swadaya mencapai lebih dari 101.000 hektar,” katanya.

Penerapan kenormalan baru juga  mendesak masyarakat dan perusahaan untuk beradaptasi dengan pola kegiatan yang mengacu pada protokol kesehatan sekaligus mengadopsi ketersediaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. (T2)