Berita Lintas
sawitbaik

Insentif Minyak Sawit RSPO Jadi Penolong Saat Pandemi



Petani Sawit APKSM Berikan Bantuan Sembako ke Masyarakat yang membutuhkan
Insentif Minyak Sawit RSPO Jadi Penolong Saat Pandemi

InfoSAWIT, JAKARTA - Wabah pandemi virus korona (Covid-19) telah menginfeksi jutaan orang, memaksa tingkat perekonomian di dunia menurun, akibat aktivitas kegiatan ekonomi mulai banyak dibatasi guna mecegah meluasnya wabah tersebut.

Tak terkecuali pada sektor kelapa sawit, pandemi ini sedikit banyak memberikan dampak bagi aktivitas di perkebunan kelapa sawit utamanya yang dikelola para petani kelapa sawit swadaya. Lantaran Diungkapkan Senior Advisor Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI), Rukaiyah Rafik,  adanya pembatasan berbagai kegiatan distribusi dan aktivitas pasar, telah mempengaruhi harga pestisida dan pupuk.

Bahkan isu penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun bisa dimanfaatkan para pengepul buah sawit petani atau loading ramp, dengan begitu harga buah sawit ditingkat petani akan sangat rendah dibandingkan harga penetapan Disbun setempat.

Kondisi berbeda justru diperlihatkan pada petani kelapa sawit yang telah bersertifikat minyak sawit berkelanjutan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), lantaran para petani tersebut pada awal tahun telah menerima insentif penjualan Certified Sustainable Palm Oil (CSPO), sehingga insentif tersebut bia digunakan untuk menjadi penopang kondisi tidak normal di saat pandemi. Bahkan beberapa kelompok petani bisa bertahan, bahkan membantu masyarakat selain anggota selama masa pandemi.

Sementara menurut Manager Smallholders Program Indonesia RSPO, Guntur Cahyo Prabowo, minyak sawit  bersertifikat RSPO telah membawa manfaat untuk 26 kelompok tani yang beranggotakan kurang lebih 6.000 petani selama pandemi melalui insentif penjualan kredit minyak sawit bersertifikat RSPO.

Dimana sebanyak US$ 1,5 juta telah didistribusikan kepada 30 kelompok anggota petani swadaya yang telah bersertifikat RSPO dari transaksi penjualan kredit minyak sawit RSPO terhitung dari Mei 2019-2020.

Selain itu menurut Guntur, di masa pandemi ini sertifikasi justru menjadi ujung tombak bagi petani swadaya dalam menghadapi situasi yang tidak menentu.  “Persyaratan sertifikasi yang mengharuskan mereka memiliki kelembagaan dan perencanaan keuangan yang baik dirasa membantu untuk meningkatkan daya tawar mereka selama pandemi,” kata Guntur, dalam Diskusi Online yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (18/6/2020). (T2)