Berita Lintas
sawitbaik

MIMPI “TOL LAUT”



MIMPI “TOL LAUT”

Pada era kampanye dulu, konsep tol laut kerap dikumandangkan pasangan Jokowi-Jk, harapannya bisa mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia. Konsep pula ini ternyata berpeluang menjadi tulang punggung bertumbuhnya industri kelapa sawit nasional.

Ini bukan obrolan politik untuk mendukung ataupun mengkritisi pemerintahan yang masih gres dipimpin Jokowi – JK, yang punya mimpi membangun kemakmuran Nusantara dengan membangun prasarana maritim. Dengan harapan bakal mendekatkan jarak antara ujung Barat dengan ujung Timur Nusantara.

Di bagian Barat, Belawan bakal menjadi pelabuhan utama (hub port) sementara di ujung bagian Timur,  Biak bakal menjadi gerbang laut paling Timur negeri ini. Dari perspektif industri berbasis minyak sawit, tentu saja infrastruktur Tol Laut menjadi sangat menantang untuk dijawab dengan rencana konkrit, sekaligus membuka cakrawala baru pengembangan yang bukan melulu fokus di Sumatra dan Kalimantan.

Namun sudah saatnya pengembangan perkebunan, lewat program ekspansi dengan memanfaatkan lahan bekas tambang, lahan tidur dan lahan tidak produktif lainnya termasuk tidak dengan cara mambabat hutan seperti yang selama ini telah dilakukan.

Pengembangan perkebunan dengan penekanan pada pemanfaatan lahan yang tidak produktif tersebut, merupakan tanggung jawab sosial investor termasuk masyarakat. Sebab itu kini saatnya bicara soal implementasi praktik budidaya berkelanjutan di perkebunan kelapa sawit, yang notabene merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder kelapa sawit, sekaligus mendorong perkebunan kelapa sawit bisa memberikan kebaikan untuk generasi mendatang.

Selain perkebunan yang bisa terus dikembangkan secara berkelanjutan, sektor hilir sawit seperti biodiesel pun demikian, adanya upaya meningkatkan blanding ratio biodiesel lewat kebijakan terbaru dari Kementerian ESDM, tentu menjadi angin segar bagi industri biodiesel nasional. Sayangnya progres kebijakan mandatori biodiesel nasional masih jauh dari harapan, lantaran butuh ketegasan dari pemerintah.

Padahal dengan meningkatnya konsumsi biodiesel di dalam negeri bakal memiliki efek berganda, selain sebagai solusi jitu bagi terserapnya produksi CPO nasional juga menjadi upaya mengurangi kadar sulfur di dalam minyak solar petro-diesel, termasuk menumbuhkan industri  methanol dan natural gas yang tercatat sebagai salah satu supporting industri biodiesel nasional.

Bila dibandingkan dengan . . .