KUALA LUMPUR - CB Industrial Product Holdings Bhd (CBIP) telah sepakat melakukan kontrak pembangunan dua pabrik kelapa sawit, dengan nilai mencapai RM 25,6 juta. Seperti diberitakan StarBiz, CBIP telah melakukan kontrak pembangunan pabrik kelapa sawit hingga ke 100, selepas teknologi yang dikembangkan perusahaan mendapatkan paten semenjak awal abad millenium silam. Lewat anak usahanya, Modipalm Teknik Sdn Bhd telah menandatangani kontrak dengan Niagamas Gemilang senilai RM 22,09 juta guna membangun pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi 30 ton TBS/jam yang bisa ditingkatkan menjadi 60 ton TBS/jam. Sementara CBIP telah meneken kontrak melakukan pengembangan kapasitas pabrik yang dimiliki Niagamas Gemilang menjadi 60 ton TBS/jam dari sebelumnya berkapasitas 30 ton TBS/jam dengan nilai investasi sekitar RM 3,37 juta.
KUALA LUMPUR - CB Industrial Product Holdings Bhd (CBIP) telah sepakat
Inbrief |
08 May 2015 , 06:20 WIB |
Dibaca : 2.435 kali |
Penulis : Ridwan Saidi
Berita Terkait
KUALA LUMPUR - Felda Global Ventures Holdings Bhd (FGV) optimis
10 August 2015 , 06:20 WIB
SAN FRANCISCO - Menurut sebuah studi baru oleh Grand View Research, Inc
10 August 2015 , 06:20 WIB
GHANA – Petani plasma dan petani kecil kelapa sawit di Wilayah Timur Ghana mengatakan,
10 August 2015 , 06:19 WIB
Berita Rekomendasi
Biodiesel Sawit Berpotensi Signifikan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
23 February 2026 , 07:33 WIB
Sawit Lebih Produktif Hasilkan Biodiesel Dibanding Kedelai
23 February 2026 , 07:28 WIB
Perkebunan Sawit Berperan dalam Penyerapan Karbon di Daerah Tropis
23 February 2026 , 07:22 WIB
Teknologi Lubang Besar: Strategi Agronomi untuk Sawit Berumur Panjang
18 February 2026 , 14:49 WIB
Menaklukkan Tanah “Sulit”: Tantangan Spodosol di Barito Timur
18 February 2026 , 14:40 WIB
Program Biodiesel Melaju, Industri Sawit Diminta Fokus Tingkatkan Produktivitas
14 February 2026 , 15:00 WIB
Narasi “4 Juta Hektare Sawit Ilegal” Perlu Diluruskan, Jangan Sampai Menyesatkan
14 February 2026 , 14:59 WIB
Tak Semua Gulma Musuh Sawit, Peneliti PPKS Ungkap Mana yang Harus Dikendalikan
07 February 2026 , 06:55 WIB









