KUALA LUMPUR – Kepala Divisi Perkebunan Berkelanjutan dan Manajemen Mutu Sime Darby, Tang Men Kon menjelaskan, bahwa pohon kelapa sawit berusia antara 25 sampai 30 tahun harus segera diganti, untuk dilakukannya proses peremajaan. Dimana biasanya dalam proses replanting bakal banyak menghasilkan serpihan batang kayu sawit, kerap disebut chip, yang bisa didaur ulang dan sekaligus berperan sebagai pupuk sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. Saat ini perusahaan perkebunan kelapa sawit memiliki target guna memangkas emisi karbon sebanyak 25% pada 2016 dan 40% pada 2020 mendatang.
Pohon kelapa sawit usia 25 sampai 30 tahun harus diganti
Inbrief |
15 October 2014 , 06:27 WIB |
Dibaca : 4.383 kali |
Penulis : Ridwan Saidi
Berita Terkait
KUALA LUMPUR - Felda Global Ventures Holdings Bhd (FGV) optimis
10 August 2015 , 06:20 WIB
SAN FRANCISCO - Menurut sebuah studi baru oleh Grand View Research, Inc
10 August 2015 , 06:20 WIB
GHANA – Petani plasma dan petani kecil kelapa sawit di Wilayah Timur Ghana mengatakan,
10 August 2015 , 06:19 WIB
Berita Rekomendasi
Biodiesel Sawit Berpotensi Signifikan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
23 February 2026 , 07:33 WIB
Sawit Lebih Produktif Hasilkan Biodiesel Dibanding Kedelai
23 February 2026 , 07:28 WIB
Perkebunan Sawit Berperan dalam Penyerapan Karbon di Daerah Tropis
23 February 2026 , 07:22 WIB
Teknologi Lubang Besar: Strategi Agronomi untuk Sawit Berumur Panjang
18 February 2026 , 14:49 WIB
Menaklukkan Tanah “Sulit”: Tantangan Spodosol di Barito Timur
18 February 2026 , 14:40 WIB
Program Biodiesel Melaju, Industri Sawit Diminta Fokus Tingkatkan Produktivitas
14 February 2026 , 15:00 WIB
Narasi “4 Juta Hektare Sawit Ilegal” Perlu Diluruskan, Jangan Sampai Menyesatkan
14 February 2026 , 14:59 WIB
Tak Semua Gulma Musuh Sawit, Peneliti PPKS Ungkap Mana yang Harus Dikendalikan
07 February 2026 , 06:55 WIB









