Dorongan penggunaan sumber energi terbarukan semakin digenjot, terlebih sumber energi tersebut diyakini lebih ramah lingungan dan pasokannya lebih berekelanjutan, dibandingkan sumber energi berbasis fosil.
Sebetulnya bahan baku untuk mendapatan energi ramah lingkungan untuk saat ini beragam macamnya, didukung dengan teknologi renewable resources yang terus berkembang. Seperti energi yang berasal dari biomassa sawit.
Dalam sebuah penelitian, biomassa sawit hingga saat ini belum begitu maksimal dimanfaatkan, padahal jumlah biomassa sawit yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit di dunia sangat begitu besar.
Jika saja sumber energi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, maka suplai energi terbarukan bakal terus bertambah. Kondisi demikian sesuai dengan tujuan utama dari produksi berkelanjutan, yang berupaya mengefektifkan penggunaan sumberdaya lewat ekstraksi materi guna penggunaan energi yang ekonomis, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
Misalnya, dengan meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil atau lebih baik lagi, menjauhi penggunaannya. Dalam buku terbitan Springer yang ditulis oleh Lee Keat Teong, seorang profesesor dari Universitas Sain Malaysia dan mahasiswa program doktoral Universitas Sain Malaysia, Cynthia Ofori-Boateng, bakal membeberkan secara detil mengenai energi berbasis biomassa sawit. Termasuk nilai tambah dari produk biomassa sawit lainnya.
Buku ini dibagi delapan bab, yang membahas teknologi energi biomassa sawit, pasokan biomassa sawit, produksi biofuel sawit, penerapan uji lingkungan pada produksi biomassa sawit, teknologi thermodinamika biomassa sawit, serta membahas mengenai isu kebijakan sosial sawit. q Atep Y
Judul : Sustainability of Biofuel Production from Oil Palm Biomass
Editor : Dr. Lee Keat Teong, Cynthia Ofori-Boateng
Penerbit : Springer Publishing
Hal : 277
ISBN : 978-981-4451-69-7
Tahun : 2013










