Lantaran sektor sawit kerap dihadapkan pada berbagai belenggu masalah, maka itu perlu adanya setrategi jitu, supaya industri kelapa sawit nasional bisa terlepas dari belenggu itu.
Edi Suhardi
Bakal Calon Ketua Umum GAPKI, periode 2015-2018
Secara sederhana, GAPKI sebagai organisasi pengusaha yang merupakan bagian dari pelaku dunia bisnis, dapat melakukan tiga strategi politik perusahaan berlandaskan teori Hilmann, 1995.
Diantaranya perlu melakukan strategi informasi, yaitu peranan GAPKI sebagai asosiasi dapat secara aktif membentuk opini para pengambil keputusan, dengan menyediakan informasi yang tepat dan dipercaya.
Kita dapat melihat bagaimana trade wars yang dilakukan oleh negara-negara Uni Eropa dan Amerika dalam membentuk persepsi, bahwa minyak sawit tidak sehat dan merusak lingkungan. Berbagai studi dilakukan, baik oleh badan pemerintah, universitas, peneliti, NGOs, dan sebagainya. Dimana, pada akhirnya bertujuan agar persepsi masyarakat konsumen (perusahaan manufaktur maupun konsumen akhir) menjadi negatif terhadap minyak sawit.
Lantas, diperkenalkan adanya maskot kampanye seperti flagship exotic animals, yang tujuannya memberikan aspek human interests dan menarik perasaan para konsumen agar percaya dan mendukung kampanye tersebut.
Mencontoh industri crop protection (seperti herbisida, pestisida) dan agricultural biotech (seperti benih), melakukan pendekatan seperti yang dilakukan oleh beberapa raksasa industri dari Barat dalam menolak kampanye hitam atas bahaya benih hibrida, GMO, pestisida, dan sebagainya.
Mereka mendirikan perusahaan khusus lobbying bernama CropLife, untuk mengubah persepsi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, bahwa, benih hibrida aman untuk diproduksi dan menolak istilah GMO. Program yang dilakukan mulai dari mensponsori penelitian ilmiah, yang dilakukan oleh peneliti yang kompeten dan dihormati, melakukan diseminasi hasil penelitian ke pemerintah, dunia usaha dan masyarakat umum.
Singkatnya, dengan memproduksi informasi secara ilmiah, maka ilmuwan yang kredibel dan mumpuni dapat memperkuat dilakukannya diseminasi informasi kepada publik.
Saya melihat, strategi semacam ini, perlu dilakukan GAPKI secara lebih baik lagi. Lantaran, kampanye hitam yang gencar dilakukan secara terus menerus, tidak bisa hanya dilawan dengan semacam iklan layanan masyarakat atau penerbitan buku semata. Namun, perlu didukung dengan berbagai strategi-strategi lainnya.
GAPKI perlu masuk ke dalam arena perang dagang, dengan pendekatan yang ilmiah dan kredibel. Jika perlu, bekerja sama dengan berbagai universitas asing yang masuk dalam 50 besar universitas terbaik dunia serta ilmuwan terbaik di dunia.
Tema yang dapat diteliti, bisa berangkat dari peranan ekonomi industri sawit dalam pembangunan daerah terpencil dan kesejahteraan manusia, implikasi pungutan ekspor sawit dan turunannya, masalah pemenuhan Hak-hak Asasi Manusia, FPIC, sampai ke high carbon stock, gambut, dan emisi Gas Rumah Kaca.
Hasil penelitian yang didapat, selanjutnya digunakan untuk memberikan informasi kepada pengambil keputusan dalam negeri maupun luar negeri. Serta, melakukan ekspos secara transparan kepada publik.









