Sebagai sebuah organisasi, peranan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), mesti berasal dari kepentingan anggotanya. Sebab itu, posisi konstituen sangat penting dan berarti bagi keberlangsungan GAPKI.

Edi Suhardi
Bakal Calon Ketua Umum GAPKI, periode 2015-2018
Seperti organisasi pada umumnya, perlu membangun konstituen serta mempengaruhi secara tidak langsung pengambil keputusan pemerintah melalui pihak ketiga. Cara ini sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kepentingan anggota.
Terlebih sebagai sebuah organisasi, peranan GAPKI harus berasal dari kepentingan anggotanya. Sebab itu, posisi konstituen sangat penting dan berarti bagi keberlangsungan GAPKI. Kedepan, berbagai program dan aksi yang dilakukan GAPKI harus bermuara kepada kepentingan semua anggota.
Selain itu, perlu melibatkan semua stakeholders industri sawit nasional, seperti karyawan, konsumen, ilmuwan dan mahasiswa dalam bidang pertanian, kehutanan, ekonomi, CSR, dan sebagainya. Mereka perlu dilibatkan secara aktif, guna memperkuat barisan dan dukungan kepada pertumbuhan industri sawit nasional.
Pula, keberadaan petani plasma dan petani mandiri, yang juga perlu dirangkul lebih erat. Sebab, pemberdayaan dan potensi yang dimiliki petani, secara nyata mampu mendorong pertumbuhan perkebunan kelapa sawit nasional.
Sejatinya, mengorganisasikan secara baik para stakeholders ini, akan meningkatkan kepercayaan secara masif di tingkat nasional dan internasional. Niscaya, dukungan mereka secara aktif, akan jadi advokat sejati bagi pertumbuhan industri perkebunan kelapa sawit nasional.
Sebab itu, sekarang saatnya bagi kita, membutuhkan wajah GAPKI baru. GAPKI baru adalah KITA.









