Semenjak satu dasawarsa silam, dorongan penerapan praktik berkelanjutan telah muncul di dunia, tidak terkecuali dorongan penerapannya pada industri kelapa sawit nasional pun cukup kuat.
Awalnya, dorongan itu menjadi semacam angin segar bagi industri komoditas kelapa sawit yang kala itu kerap dituding sebagai perusak lingkungan. Namun sayang, dalam praktiknya penerapan skim berkelanjutan ditengarai banyak memojokkan industri kelap sawit nasional dan sarat kepentingan pihak luar negeri.
Sontak, perseteruan apakah tetap menerima atau menolak skim berkelanjutan itu pun mulai bermunculan. Imbasnya pada 2011 silam Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dengan menerbitkan regulasi sistem sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan atau yang kerap dikenal dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Buku hasil pemikiran Gamal Nasir, yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, bakal bercerita banyak mengenai konsep berkelajutan itu, tentu saja dari prespektif penerapan praktik berkelanjutan di Indonesia.
Wajar bilamana buku ini bakal mengajak pembaca untuk lebih dalam mengenal konsep berkelanjutan di Indonesia. Sekaligus memberikan informasi terkait latar belakang pemerintah sampai mengambil sikap untuk menerapkan ISPO, untuk seluruh perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Dalam buku ini juga, Gamal Nasir bakal mengulas mengenai pentingnya memperkuat kelembagaan petani, mendorong perkebunan kelapa sawit terus sustain serta visi kelapa sawit kedepan.
Dengan gaya tulisan yang cukup santai, pembaca bakal diajak untuk terus melihat serpihan pemikiran sosok Gamal Nasir tentang pentingnya industri kelapa sawit untuk Indonesia, termasuk penerapan praktik berkelanjutannya. (Atep Y)
Judul : Think Palm Oil With a Cup of Coffee
Editor : Ir Gamal Nasir, Msi
Penerbit : Media Perkebunan
Hal : 165
ISBN : 978-602-17095-2-8
Tahun : 2015










