Pesatnya pertumbuhan perkebunan kelapa sawit nasional, didorong kecocokan iklim dan kesuburan lahan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kelapa sawit ditengarai bakal tumbuh lebih baik di lahan mineral dengan curah hujan sepanjang musim.
Dulu (sebelum era 1980), membuka lahan perkebunan kelapa sawit bisa jadi sangat mudah, jauh dibandingkan saat ini yang cukup sulit akibat ketatnya regulasi dan munculnya berbagai isu negatif, yang mendorong semakin sulitnya mencari lahan untuk perkebunan kelapa sawit.
Pulau Sumatera yang sebelumnya menjadi idola budidaya kelapa sawit, kini sudah tidak lagi tersedia izin pembukaan lahan baru. Sementara di Kalimantan, lahan yang tersedia bukanlah lahan dengan syarat tumbuh maksimal. Demikian pula Sulawesi dan Papua.
Kendati demikian, sejatinya kelapa sawit bisa ditanam di segela jenis lahan, baik itu lahan gambut, lahan pasang surut, lahan tidur, dan lahan berpasir. Hanya saja, memang dibutuhkan pengolahan lahan secara tepat dan optimal.
Buku buah tangan Sunarko ini, bakal mengupas tentang budidaya kelapa sawit di berbagai jenis lahan yang disertai dengan teknik membuka lahan, membangun kebun, dan memeliharanya hingga panen.
Pula dilengkapi dengan informasi pengurusan izin dan manajemen lingkungannya. Sehingga memudahkan petani atau pelaku bisnis kelapa sawit guna memahami secara tuntas budidaya kelapa sawit di lahan marginal. Selamat mencoba.
Judul : Budi Daya Kelapa Sawit di Berbagai Jenis Lahan
Editor : Ir. Sunarko, M.Si
Penerbit : Agromedia Pustaka
Hal : viii + 200
ISBN : 979-006-494-2
Tahun : 2014










